|
PEKANBARUEXPRESS
|
![]() |
|||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||
JAKARTA - Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan bahwa kurangnya sosialisasi yang efektif telah menyebabkan terjadinya kericuhan di Pulau Rempang, Kepulauan Riau.
"Dugaan saya, pertama-tama, sosialisasinya belum berjalan dengan baik. Itu harus diakui, dan Bapak Presiden (Joko Widodo) memerintahkan saya turun langsung," kata Bahlil saat menghadiri Rapat Kerja bersama Komisi VI DPR RI di Jakarta pada hari Rabu.
Bahlil juga menyoroti adanya sentimen negatif dari pihak luar yang mungkin tidak senang melihat Indonesia berkembang.
Rekam Jejak Hitam Kabinet Jokowi: Satu Per Satu Menteri Terjerat Perkara Korupsi
Jejak Kontroversi Lingkungan dan Sejarah Kepemilikan Toba Pulp Lestari
Menurutnya, peristiwa seperti yang terjadi di Pulau Rempang bukanlah kasus yang baru di Indonesia. Kericuhan semacam itu sering muncul ketika Indonesia memiliki proyek-proyek besar.
"Setiap kali kita ingin membangun sesuatu, selalu muncul masalah. Bahkan, ada bule-bule yang baru-baru ini menjadi viral di TikTok yang membicarakan hal tersebut, dan itu merupakan hal yang merisaukan. Mengapa bule-bule peduli dengan negara kita? Ada apa di balik hal itu?" tanya Bahlil.