POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR
HOME / Mancanegara

Setelah Serangan Tak Terduga Hamas

Menhan Israel Perintahkan 'Pengepungan Total' di Gaza

Selasa, 10 Oktober 2023 | 07:58:47 WIB
Editor : Adlis Pitrajaya | Penulis : AP
Menhan Israel Perintahkan 'Pengepungan Total' di Gaza - Pekanbaruexpress
Api dan asap mengepul selama serangan Israel di Gaza, 9 Oktober 2023. [Foto oleh Mohammed Salem/REUTERS]

YERUSALEM - Militer Israel memerintahkan pengepungan total terhadap Jalur Gaza pada hari Senin, menghentikan masuknya makanan, bahan bakar, dan pasokan ke 2,3 juta penduduknya sambil menggempur wilayah yang dikuasai Hamas dengan gelombang serangan udara sebagai balasan atas serangan akhir pekan yang mematikan oleh militan.

Lebih dari dua hari setelah Hamas meluncurkan serangan tak terduga dari Gaza, militer Israel mengatakan bahwa mereka sebagian besar telah menguasai kota-kota selatan di mana mereka telah bertempur melawan para pejuang Hamas. Aparat militer dan intelijen Israel yang terkenal itu tertangkap benar-benar tidak siap oleh Hamas, mengakibatkan pertempuran sengit di jalanan mereka untuk pertama kalinya dalam beberapa dekade.

Tank dan drone dikerahkan untuk menjaga pelanggaran di pagar perbatasan guna mencegah serangan baru. Ribuan warga Israel dievakuasi dari lebih dari selusin kota di dekat Gaza, dan militer memanggil 300.000 reservis — mobilisasi besar dalam waktu singkat.

Baca :

Langkah-langkah tersebut, bersama dengan deklarasi perang resmi Israel pada hari Minggu, menunjukkan bahwa Israel semakin beralih ke tindakan ofensif melawan Hamas, mengancam kerusakan lebih besar di Jalur Gaza yang padat penduduk dan miskin.

Pada hari Minggu, serangan menghancurkan sebagian besar kota Beit Hanoun di Gaza, yang dikatakan Israel digunakan oleh Hamas sebagai pangkalan. Pada hari Senin, militer Israel mengumumkan pesan kepada penduduk untuk mengungsikan diri dari Rimal, distrik perumahan dan komersial di pusat Kota Gaza di mana kantor-kantor Associated Press dan media internasional lainnya berlokasi, sebagai tanda bahwa serangan berat akan segera datang.
 
Pertanyaan besar masih tetap apakah mereka akan meluncurkan serangan darat ke wilayah pesisir Mediterania yang kecil, tindakan yang dalam masa lalu telah membawa korban yang lebih banyak. Perdana Menteri Benjamin Netanyahu telah berjanji untuk menghancurkan "kemampuan militer dan pemerintahan" kelompok militan tersebut.


Pilihan Editor
Berita Lainnya
LOS ANGELES
Studi Ungkap Kendaraan Listrik Turunkan Polusi Udara dan Risiko Penyakit
Senin, 26 Januari 2026 | 11:56:27 WIB
Pasar
Wajah
Trump Nyentil, Clooney Pindah Warga Negara
Trump Nyentil, Clooney Pindah Warga Negara...
Sabtu, 3 Januari 2026 | 15:54:52 WIB
Artikel Popular
Artikel Popular
2
3
politikus
Jazuli: Nilai Undang Undang Pemilu Perlu Revisi
Jazuli: Nilai Undang Undang Pemilu Perlu...
Jumat, 3 Januari 2025 | 16:30:00 WIB
Politik
Riau dan Gagalnya Mimpi Wisata
Riau dan Gagalnya Mimpi Wisata
Senin, 5 Mei 2025 | 11:59:34 WIB
Tradisi Unik yang Penuh Makna dan Keseruan
Tradisi Unik yang Penuh Makna dan Keseruan
Minggu, 16 Maret 2025 | 10:04:32 WIB
Bali Destinasi Wisata Nomor Satu di Asia-Pasifik
Bali Destinasi Wisata Nomor Satu di Asia-Pasifik
Kamis, 13 Maret 2025 | 11:56:04 WIB