'
13 Sya'ban 1445 H | Jumat, 23 Februari 2024
BMKG Bongkar Alasan Ilmiah Imlek Identik dengan Hujan
nusantara | Sabtu, 10 Februari 2024 | 17:00:00 WIB
Editor : | Penulis : tim/arh/CNN
BMKG Bongkar Alasan Ilmiah Imlek Identik dengan Hujan
Ilustrasi. Imlek bersahabat dekat dengan hujan karena memang faktor iklim di sebagai Indonesia. (int)

JAKARTA -- Bukan karena faktor 'hoki', hujan yang kerap melanda berbagai daerah di Indonesia saat Tahun Baru Imlek lebih terkait dengan jadwal musim hujan, terutama bagian barat Indonesia.
Sebelumnya, kepercayaan masyarakat Tionghoa mengungkap hujan di hari raya Imlek menjadi penanda kemakmuran di sepanjang tahun.

"Setiap hujan di awal tahun [baru China] diartikan sebagai sinyal ekonomi bagus di tahun tersebut," ujar pakar feng shui Yulius Fang, belum lama ini.

Hal ini terkait dengan sejarah ribuan tahun masyarakat China yang mayoritasnya petani. Tahun Baru Imlek merupakan awal musim semi. Momen ini menjadi saat petani bersyukur karena mampu melalui musim dingin.

Kaum petani yakin, jika hujan turun, maka tandanya kemakmuran panen bisa didapat setahun ke depan.

Rizky Wardani, dosen Bahasa Mandarin di Universitas Negeri Jakarta (UNJ), menjelaskan hujan dalam bahasa Mandarin disebut 'yu'. Pelafalannya mirip dengan 'yu' yang berarti surplus, kenaikan.

Namun, katanya, kepercayaan hujan membawa berkah atau tidak kembali pada keyakinan masing-masing orang.

"Banyak orang memang yang meyakini bahwa hujan sebagai pertanda keberuntungan pada tahun mendatang. Tapi kan kita tahu masyarakat Tionghoa itu cekatan dan kerja keras, sehingga jika mau berusaha ya pasti mendatangkan rezeki," kata dia, terpisah.

Agie Wandala Putra, Ketua Tropical Cyclone Warning Center (TCWC) Jakarta Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), mengungkapkan Imlek yang jatuh pada Februari bertepatan dengan salah satu momen puncak musim hujan di sebagian wilayah Indonesia.

"Kenapa pada saat Imlek terus hujan. Imlek kapan, Pak? Februari. Kalau case di kita, [Februari] hujan, Pak," ungkap dia, saat ditemui di kantor Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), akhir Januari.

"Kalau bapak balik, misalnya, di Ambon, kebalikan, Pak, malah kering. Bukan berarti kurang rejeki dong ya," selorohnya.

Agie menyebut memang ada kaitan momen Imlek dengan periode aktifnya sejumlah fenomena atmosfer yang mendukung turunnya hujan di Indonesia.

"Memang ada konektivitas, secara langsung, enggak langsung, tapi ketika periode saat ini memang kebetulan Monsun Asia aktif, gelombang tropisnya aktif, dan sebagainya," ujar dia.

"Ini memang periode hujan dengan massa air besar," lanjut Agie.

Jadwal hujan
Untuk Imlek tahun ini, Sabtu (10/2), BMKG memprediksi potensi hujan sedang hingga lebat di sejumlah wilayah.

Khusus Jabodetabek, hujan diprediksi mengguyur Kabupaten Bogor dan Kota Bogor pada saat siang hingga sore di hari Imlek.

Sementara, wilayah DKI Jakarta, Kabupaten Tangerang, Tangerang Selatan, dan Bekasi diprakirakan diguyur hujan ringan pada siang hingga sore hari.

Guswanto, Deputi Bidang meteorologi BMKG, dalam siaran persnya, mengungkap beberapa fenomena atmosfer yang terpantau cukup signifikan dan dapat memicu peningkatan curah hujan di wilayah Indonesia pada periode ini.

Mengenal El Nino dan La Nina
Pertama, Aktivitas Monsun Asia yang mempengaruhi wilayah potensi pembentukan hujan di wilayah Indonesia Bagian Tengah dan Selatan.

Kedua, masih aktifnya gelombang ekuator Rossby dan Kelvin di sekitar wilayah Indonesia bagian tengah dan timur turut memicu pembentukan awan hujan.

Ketiga, terbentuknya pola belokan dan pertemuan angin yang memanjang di wilayah Indonesia bagian Tengah dan Selatan termasuk Sumatra, Jawa, dan Kalimantan sebagai dampak dari penguatan angin Monsun Asia.

Untuk lebih lengkapnya, berikut deret wilayah yang punya potensi hujan sedang hingga lebat di Hari Imlek:

Kepulauan Bangka Belitung
Bengkulu
Lampung
Banten
DKI Jakarta
Jawa Barat
Jawa Tengah
DI Yogyakarta
Jawa Timur
Kalimantan Barat
Kalimantan Tengah
Kalimantan Timur
Kalimantan Utara
Kalimantan Selatan
Sulawesi Utara
Gorontalo
Sulawesi Tengah
Sulawesi Barat
Sulawesi Selatan
Sulawesi Tenggara
Maluku Utara
Papua Barat
Papua

 

Sumber: CNNindonesia

Index
PHR Peduli Sampah, Upaya Meningkatkan Ekonomi Masyarakat Riau
Dampak Pakan Berkurang, BKSDA Menilai Penyebab Harimau Serang Bocah di Siak
Dibuka Sabtu Malam, Astaka Utama MTQ ke-56 Pekanbaru Belum Siap
Awal Maret, Tarif Tol Permai Naik, Pekanbaru - Bangkinang Tetap
200 Kios Pasar Induk Selesai Dibangun
200 Kios Pasar Induk Selesai Dibangun
Kamis, 22 Februari 2024 | 13:39:00 WIB
Raihan Suara Terus Meningkat, Munawar Syahputra Diprediksi Dapatkan Kursi di DPRD Riau
Ery Putra Resmi Jabat Pj Sekda Inhil, Ini Pesan Herman
Ery Putra Resmi Jabat Pj Sekda Inhil, Ini Pesan Herman
Rabu, 21 Februari 2024 | 13:10:00 WIB
Kaki Ditarik Harimau, Bocah di Siak Nyaris Tewas
Kaki Ditarik Harimau, Bocah di Siak Nyaris Tewas
Rabu, 21 Februari 2024 | 10:15:00 WIB
Ahli Perminyakan, Ruby Mulyawan Ditunjuk Jadi Dirut PHR
Ahli Perminyakan, Ruby Mulyawan Ditunjuk Jadi Dirut PHR
Rabu, 21 Februari 2024 | 09:39:00 WIB
Kasus Pungli Rutan, KPK Sudah Tetapkan 10 Tersangka
Kasus Pungli Rutan, KPK Sudah Tetapkan 10 Tersangka
Rabu, 21 Februari 2024 | 08:58:00 WIB
Video
Raihan Suara Terus Meningkat, Munawar Syahputra Diprediksi Dapatkan Kursi di DPRD Riau
Ery Putra Resmi Jabat Pj Sekda Inhil, Ini Pesan Herman
Ery Putra Resmi Jabat Pj Sekda Inhil, Ini Pesan Herman
Rabu, 21 Februari 2024 | 13:10:00 WIB
Kaki Ditarik Harimau, Bocah di Siak Nyaris Tewas
Kaki Ditarik Harimau, Bocah di Siak Nyaris Tewas
Rabu, 21 Februari 2024 | 10:15:00 WIB
Ahli Perminyakan, Ruby Mulyawan Ditunjuk Jadi Dirut PHR
Ahli Perminyakan, Ruby Mulyawan Ditunjuk Jadi Dirut PHR
Rabu, 21 Februari 2024 | 09:39:00 WIB
Kasus Pungli Rutan, KPK Sudah Tetapkan 10 Tersangka
Kasus Pungli Rutan, KPK Sudah Tetapkan 10 Tersangka
Rabu, 21 Februari 2024 | 08:58:00 WIB
Titik Lokasi Rukyatul Hilal Awal Ramadan Provinsi Riau di Pantai Rupat Utara
KPU Klaim Keamanan Situs Sirekap Sangat Kuat 
KPU Klaim Keamanan Situs Sirekap Sangat Kuat 
Selasa, 20 Februari 2024 | 20:10:00 WIB
HPN 2024, 3 Wartawan Riau Terima Press Card Number One dari PWI Pusat
Lima Anggota KPU Riau Periode 2024-2029 Resmi Dilantik KPU RI
Lima Anggota KPU Riau Periode 2024-2029 Resmi Dilantik KPU RI
Selasa, 20 Februari 2024 | 16:30:00 WIB
Total Pelunasan Pembayaran BIPH di Riau Sudah Capai 80 Persen
Total Pelunasan Pembayaran BIPH di Riau Sudah Capai 80 Persen
Selasa, 20 Februari 2024 | 15:25:00 WIB
wajah
Debat Capres Terakhir Harus Jadi Ajang Adu Gagasan dan Uji Moralitas
Delapan Tenaga KSP Termasuk Ali Ngabalin Mundur
Delapan Tenaga KSP Termasuk Ali Ngabalin Mundur

Rabu, 24 Januari 2024 | 18:10:00 WIB
Hotman Paris: Goodbye Indonesia
Hotman Paris: Goodbye Indonesia

Selasa, 23 Januari 2024 | 10:11:00 WIB
Pertanyaan Gibran di Debat Cawapres Receh dan Gimik
Pertanyaan Gibran di Debat Cawapres Receh dan Gimik

Senin, 22 Januari 2024 | 11:23:28 WIB
Politikus
Unggul dari Caleg Partai Nasdem Lain Untuk DPRD Riau, Ini Kata Munawar Syahputra
Gantikan  Amyurlis, Abdi Saragih Resmi Dilantik Jadi  PAW Anggota DPRD Riau
Wujudkan Kesejahteraan Petani Sawit, Pemerintah Berikan Program Strategis
Anis Fauzan SH, Merangkai Ikatan Batin, Pilih Maju di Dapil Daerah Kelahiran
Politik
Raihan Suara Terus Meningkat, Munawar Syahputra Diprediksi Dapatkan Kursi di DPRD Riau
KPU Akui 1.223 TPS Bermasalah dengan Input Data
KPU Akui 1.223 TPS Bermasalah dengan Input Data
Senin, 19 Februari 2024 | 22:28:36 WIB
Diskusi Santai dan Aspirasi Politik Amril Jambak Menuju Agam I
Unggul dari Caleg Partai Nasdem Lain Untuk DPRD Riau, Ini Kata Munawar Syahputra
Pasar
PHR Peduli Sampah, Upaya Meningkatkan Ekonomi Masyarakat Riau
Awal Maret, Tarif Tol Permai Naik, Pekanbaru - Bangkinang Tetap
Ahli Perminyakan, Ruby Mulyawan Ditunjuk Jadi Dirut PHR
Ahli Perminyakan, Ruby Mulyawan Ditunjuk Jadi Dirut PHR
Rabu, 21 Februari 2024 | 09:39:00 WIB
Minggu Ini, Harga Kelapa Sawit Mitra Plasma Riau Naik
Minggu Ini, Harga Kelapa Sawit Mitra Plasma Riau Naik
Selasa, 20 Februari 2024 | 14:23:00 WIB
Hukum
Kasus Pungli Rutan, KPK Sudah Tetapkan 10 Tersangka
Kasus Pungli Rutan, KPK Sudah Tetapkan 10 Tersangka

Rabu, 21 Februari 2024 | 08:58:00 WIB
17 TPS di Pekanbaru Masuk Kategori Rawan dan Sangat Rawan
17 TPS di Pekanbaru Masuk Kategori Rawan dan Sangat Rawan

Senin, 12 Februari 2024 | 13:07:00 WIB
Kapolda Riau Lepas 1.664 Personel Pengamanan TPS ke Kabupaten/Kota 
Polresta Pekanbaru Gelar Apel Sarana dan Prasarana Pemilu 2024
Nusantara
KPU Klaim Keamanan Situs Sirekap Sangat Kuat 
KPU Klaim Keamanan Situs Sirekap Sangat Kuat 

Selasa, 20 Februari 2024 | 20:10:00 WIB
HPN 2024, 3 Wartawan Riau Terima Press Card Number One dari PWI Pusat
SMSI Minta Presiden Terbitkan Perpu UU Kedaulatan Digital Pengganti UU ITE
Kontroversi Sirekap dan Bahaya Data Pemilu 2024 di Luar Negeri
Otomotif
Nissan Hyper Urban: Bintang Utama di Japan Mobility Show
Patahan Rangka eSAF Motor Honda Menjadi Perbincangan, AHM Sedang Lakukan Investigasi
Astra Honda Motor Belum Mau Lakukan Recall 
Astra Honda Motor Belum Mau Lakukan Recall 

Rabu, 23 Agustus 2023 | 19:49:24 WIB
Selamat Jalan Marco Simoncelli si Gladiator Lintasan
Selamat Jalan Marco Simoncelli si Gladiator Lintasan

Minggu, 13 Agustus 2023 | 19:59:18 WIB
Zona riau
200 Kios Pasar Induk Selesai Dibangun

Kamis, 22 Februari 2024 | 13:39:00 WIB
Kaki Ditarik Harimau, Bocah di Siak Nyaris Tewas

Rabu, 21 Februari 2024 | 10:15:00 WIB
Dilindungi BPJS TK, Petugas Pemilu Bisa Klaim JKK dan JKM

Sabtu, 17 Februari 2024 | 15:07:00 WIB

Inspiratif
10 Tips Aman Meninggalkan Rumah 
10 Tips Aman Meninggalkan Rumah 

Minggu, 9 April 2023 | 13:16:17 WIB
Nyeri Tubuh, Bisa Sinyal Gejala Kolesterol Tinggi
Nyeri Tubuh, Bisa Sinyal Gejala Kolesterol Tinggi

Sabtu, 7 Januari 2023 | 20:56:54 WIB
Besok, Gubernur Riau Rencanakan Buka Bimtek SMSI Riau Terkait Pergubri 19 Tahun 2021 
 Anak Kecanduan Game Online? Ini Solusinya
Anak Kecanduan Game Online? Ini Solusinya

Jumat, 4 November 2022 | 20:42:29 WIB
wanita
Aminah, Mengelola Limbah Menjadi Rupiah
Aminah, Mengelola Limbah Menjadi Rupiah

Sabtu, 23 Desember 2023 | 18:08:18 WIB
 Hadirkan 9 Tanaman yang Dibenci Nyamuk di Musim Hujan
Hadirkan 9 Tanaman yang Dibenci Nyamuk di Musim Hujan

Minggu, 26 Februari 2023 | 09:45:11 WIB
Madu, Satu dari 8 Obat Alami Membersihkan Paru-paru
Madu, Satu dari 8 Obat Alami Membersihkan Paru-paru

Minggu, 26 Februari 2023 | 09:22:43 WIB
Awas, Kolesterol Tinggi Bisa Membunuh Diam-diam
Awas, Kolesterol Tinggi Bisa Membunuh Diam-diam

Kamis, 15 Desember 2022 | 20:29:26 WIB

Popular
Wajah

Politikus
Politik
Pasar
Hukum
Nusantara
Otomotif
BMKG Bongkar Alasan Ilmiah Imlek Identik dengan Hujan
nusantara | Sabtu, 10 Februari 2024 | 17:00:00 WIB
Editor : | Penulis : tim/arh/CNN
BMKG Bongkar Alasan Ilmiah Imlek Identik dengan Hujan
Ilustrasi. Imlek bersahabat dekat dengan hujan karena memang faktor iklim di sebagai Indonesia. (int)
Popular

JAKARTA -- Bukan karena faktor 'hoki', hujan yang kerap melanda berbagai daerah di Indonesia saat Tahun Baru Imlek lebih terkait dengan jadwal musim hujan, terutama bagian barat Indonesia.
Sebelumnya, kepercayaan masyarakat Tionghoa mengungkap hujan di hari raya Imlek menjadi penanda kemakmuran di sepanjang tahun.

"Setiap hujan di awal tahun [baru China] diartikan sebagai sinyal ekonomi bagus di tahun tersebut," ujar pakar feng shui Yulius Fang, belum lama ini.

Hal ini terkait dengan sejarah ribuan tahun masyarakat China yang mayoritasnya petani. Tahun Baru Imlek merupakan awal musim semi. Momen ini menjadi saat petani bersyukur karena mampu melalui musim dingin.

Kaum petani yakin, jika hujan turun, maka tandanya kemakmuran panen bisa didapat setahun ke depan.

Rizky Wardani, dosen Bahasa Mandarin di Universitas Negeri Jakarta (UNJ), menjelaskan hujan dalam bahasa Mandarin disebut 'yu'. Pelafalannya mirip dengan 'yu' yang berarti surplus, kenaikan.

Namun, katanya, kepercayaan hujan membawa berkah atau tidak kembali pada keyakinan masing-masing orang.

"Banyak orang memang yang meyakini bahwa hujan sebagai pertanda keberuntungan pada tahun mendatang. Tapi kan kita tahu masyarakat Tionghoa itu cekatan dan kerja keras, sehingga jika mau berusaha ya pasti mendatangkan rezeki," kata dia, terpisah.

Agie Wandala Putra, Ketua Tropical Cyclone Warning Center (TCWC) Jakarta Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), mengungkapkan Imlek yang jatuh pada Februari bertepatan dengan salah satu momen puncak musim hujan di sebagian wilayah Indonesia.

"Kenapa pada saat Imlek terus hujan. Imlek kapan, Pak? Februari. Kalau case di kita, [Februari] hujan, Pak," ungkap dia, saat ditemui di kantor Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), akhir Januari.

"Kalau bapak balik, misalnya, di Ambon, kebalikan, Pak, malah kering. Bukan berarti kurang rejeki dong ya," selorohnya.

Agie menyebut memang ada kaitan momen Imlek dengan periode aktifnya sejumlah fenomena atmosfer yang mendukung turunnya hujan di Indonesia.

"Memang ada konektivitas, secara langsung, enggak langsung, tapi ketika periode saat ini memang kebetulan Monsun Asia aktif, gelombang tropisnya aktif, dan sebagainya," ujar dia.

"Ini memang periode hujan dengan massa air besar," lanjut Agie.

Jadwal hujan
Untuk Imlek tahun ini, Sabtu (10/2), BMKG memprediksi potensi hujan sedang hingga lebat di sejumlah wilayah.

Khusus Jabodetabek, hujan diprediksi mengguyur Kabupaten Bogor dan Kota Bogor pada saat siang hingga sore di hari Imlek.

Sementara, wilayah DKI Jakarta, Kabupaten Tangerang, Tangerang Selatan, dan Bekasi diprakirakan diguyur hujan ringan pada siang hingga sore hari.

Guswanto, Deputi Bidang meteorologi BMKG, dalam siaran persnya, mengungkap beberapa fenomena atmosfer yang terpantau cukup signifikan dan dapat memicu peningkatan curah hujan di wilayah Indonesia pada periode ini.

Mengenal El Nino dan La Nina
Pertama, Aktivitas Monsun Asia yang mempengaruhi wilayah potensi pembentukan hujan di wilayah Indonesia Bagian Tengah dan Selatan.

Kedua, masih aktifnya gelombang ekuator Rossby dan Kelvin di sekitar wilayah Indonesia bagian tengah dan timur turut memicu pembentukan awan hujan.

Ketiga, terbentuknya pola belokan dan pertemuan angin yang memanjang di wilayah Indonesia bagian Tengah dan Selatan termasuk Sumatra, Jawa, dan Kalimantan sebagai dampak dari penguatan angin Monsun Asia.

Untuk lebih lengkapnya, berikut deret wilayah yang punya potensi hujan sedang hingga lebat di Hari Imlek:

Kepulauan Bangka Belitung
Bengkulu
Lampung
Banten
DKI Jakarta
Jawa Barat
Jawa Tengah
DI Yogyakarta
Jawa Timur
Kalimantan Barat
Kalimantan Tengah
Kalimantan Timur
Kalimantan Utara
Kalimantan Selatan
Sulawesi Utara
Gorontalo
Sulawesi Tengah
Sulawesi Barat
Sulawesi Selatan
Sulawesi Tenggara
Maluku Utara
Papua Barat
Papua

 

Sumber: CNNindonesia


ARTIKEL LAIN
PHR Peduli Sampah, Upaya Meningkatkan Ekonomi Masyarakat Riau
Hari Peduli Sampah Nasional yang jatuh pada 21 Februari jadi momentum untuk merefleksikan kembali.
Kamis, 22 Februari 2024 | 16:10:00 WIB
Dampak Pakan Berkurang, BKSDA Menilai Penyebab Harimau Serang Bocah di Siak
Balai Besar Konservasi Sumberdaya Alam (BBKSDA) Riau langsung melakukan mitigasi di lokasi.
Kamis, 22 Februari 2024 | 15:58:00 WIB
Dibuka Sabtu Malam, Astaka Utama MTQ ke-56 Pekanbaru Belum Siap
Pembangunan Astaka utama di lapangan terbuka Mal Pelayanan Publik (MPP) Jalan Jenderal Sudirman.
Kamis, 22 Februari 2024 | 14:18:00 WIB
Awal Maret, Tarif Tol Permai Naik, Pekanbaru - Bangkinang Tetap
Kenaikan tarif tol Pekanbaru - Dumai (Permai) sebesar Rp53 ribu menjadi Rp171.500. Kenaikan tarif.
Kamis, 22 Februari 2024 | 14:04:00 WIB
200 Kios Pasar Induk Selesai Dibangun
Sekitar 200 kios Pasar Induk telah selesai dibangun pengelola, PT Agung Rafa Bonai (ARB). Pihak.
Kamis, 22 Februari 2024 | 13:39:00 WIB
Raihan Suara Terus Meningkat, Munawar Syahputra Diprediksi Dapatkan Kursi di DPRD Riau

Hingga pukul 13.00 WIB siang ini, Rabu 21 Februari 2024  pukul 13.00 Wib, penghitungan.

Rabu, 21 Februari 2024 | 14:55:00 WIB
Ery Putra Resmi Jabat Pj Sekda Inhil, Ini Pesan Herman
Penjabat (Pj) Bupati Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Herman resmi melantik Ery Putra sebagai Pj.
Rabu, 21 Februari 2024 | 13:10:00 WIB
Kaki Ditarik Harimau, Bocah di Siak Nyaris Tewas

Konflik harimau dengan manusia terjadi di Kabupaten Siak, Riau. Iman Saputra, bocah berusia 2,5.

Rabu, 21 Februari 2024 | 10:15:00 WIB
Ahli Perminyakan, Ruby Mulyawan Ditunjuk Jadi Dirut PHR
Sejalan dengan upaya berkelanjutan untuk mempertahankan kinerja hulu minyak dan gas (migas) yang.
Rabu, 21 Februari 2024 | 09:39:00 WIB
Kasus Pungli Rutan, KPK Sudah Tetapkan 10 Tersangka

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menegaskan komitmen untuk membawa kasus pungli di Rutan KPK.

Rabu, 21 Februari 2024 | 08:58:00 WIB
Titik Lokasi Rukyatul Hilal Awal Ramadan Provinsi Riau di Pantai Rupat Utara
Kementerian Agama akan menggelar sidang Isbat penetapan awal ramadan 1445 H pada 10 Maret 2024.
Rabu, 21 Februari 2024 | 05:30:00 WIB