|
PEKANBARUEXPRESS
|
![]() |
|||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||
Penulis : rls
JAKARTA - Program restorasi dan konservasi di lahan gambut, Restorasi Ekosistem Riau (RER) berhasil menjaga dan melindungi habitat penting bagi flora dan fauna yang dilindungi sejak resmi diluncurkan pada 2013.
Diinisiasi oleh Grup APRIL, RER berkomitmen melindungi, merestorasi dan mengkonservasi ekosistem di lahan gambut serta menjaga stok karbon dan melestarikan keanekaragaman hayati di konsesi seluas 150.000 ha di Riau, setara dengan dua kali negara Singapura.
Selama empat tahun terakhir, tercatat tidak ada kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayah RER berkat komitmen kuat dalam merestorasi hutan, restorasi hidrologis serta pelibatan langsung masyarakat didalamnya.
Kejati Gandeng LAM Riau Lakukan MoU Program Restorasi Justice Multiguna
PHR Proaktif Bantu Pencegahan dan Pelatihan Karhutla-Restorasi Gambut di Riau
“Secara keseluruhan, upaya kami dalam menjaga dan mengembalikan fungsi ekologis kawasan sudah terlihat dampaknya. Pada tahun 2018, sepanjang 65.400 meter kanal drainase lama di dalam area RER telah ditutup dalam upaya berkelanjutan yang direncanakan akan selesai pada 2025,” kata External Affairs Director RER, Nyoman Iswarayoga dalam peluncuran RER Progress Report 2018, Kamis (16/5/2019).
Penutupan kanal, lanjut Nyoman, merupakan upaya RER dalam merestorasi hidrologis untuk mengurangi bahaya kebakaran dan meminimalkan emisi karbon. Dalam lima tahun terakhir, RER sukses melakukan restorasi hutan rawa gambut seluas 58,21 ha pada 2018.