|
PEKANBARUEXPRESS
|
![]() |
|||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||
Editor : Putrajaya | Penulis : Rea
PEKANBARU - Teka-teki panjang mengenai sosok pelatih anyar Tim Nasional Indonesia akhirnya terjawab. PSSI secara resmi menunjuk John Herdman sebagai nahkoda baru Timnas Garuda, sebuah keputusan besar yang langsung menyedot perhatian publik sepak bola nasional maupun internasional.
Penunjukan ini bukan sekadar pergantian pelatih, melainkan sinyal kuat perubahan arah dan ambisi besar sepak bola Indonesia ke level yang lebih tinggi. Herdman dikenal sebagai figur langka di dunia sepak bola: pelatih yang mampu mencetak sejarah bersama tim nasional putra dan putri dalam satu negara.
Pelatih asal Inggris yang kini berusia 50 tahun tersebut memiliki rekam jejak yang tak bisa dipandang sebelah mata. Bersama tim nasional putri Kanada, Herdman sukses menembus Piala Dunia 2007 dan 2011, sekaligus mengantarkan negaranya meraih dua medali perunggu Olimpiade secara beruntun pada edisi London 2012 dan Rio de Janeiro 2016.
Pemerintah-DPR Sepakat Turunkan Biaya Haji Sebesar Rp2 Juta
Pemkab Siak dan Ombudsman Sepakat Tingkatkan Kualitas Pelayanan Publik
Prestasinya tak berhenti di sektor putri. Ketika dipercaya menangani tim nasional putra Kanada, Herdman kembali mencatatkan sejarah. Ia membawa Kanada lolos ke Piala Dunia Qatar 2022, sebuah pencapaian monumental setelah penantian selama 36 tahun. Dalam periode kepemimpinannya, peringkat FIFA Kanada melonjak drastis, dari posisi 95 hingga menembus jajaran 35 besar dunia.
Bagi PSSI, pengalaman global Herdman dinilai sejalan dengan visi jangka panjang pengembangan Timnas Indonesia. Bukan hanya soal hasil instan, tetapi juga pembangunan mental bertanding, sistem permainan modern, serta transisi pemain muda ke level internasional.