JAKARTA – Pemerintah optimistis nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat akan kembali menguat seiring kuatnya fundamental ekonomi nasional serta koordinasi yang terus dilakukan antara otoritas fiskal dan moneter dalam menjaga stabilitas pasar keuangan.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menegaskan kondisi perekonomian Indonesia tetap solid meskipun nilai tukar rupiah sempat menyentuh level Rp18.000 per dolar AS.
"Yang pasti bisa kami sampaikan bahwa kita harus yakin sesungguhnya fundamental ekonomi kita cukup kuat. Hal itu tercermin dari pertumbuhan ekonomi yang tetap terjaga serta tingkat inflasi yang masih terkendali," ujar Prasetyo.
Makin Memanas! Puluhan Eks Karyawan Riau Pos Group Siapkan Gugatan Miliaran Rupiah, Gandeng Puluhan Advokat dari Tiga LBH
Puluhan Eks Karyawan Riau Pos Group Tagih Hak Pesangon dan Pensiun, Nilainya Capai Miliaran Rupiah
Menurutnya, pemerintah bersama Kementerian Keuangan, Bank Indonesia (BI), dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus memperkuat koordinasi untuk memantau perkembangan pasar keuangan dan mengambil langkah yang diperlukan guna menjaga stabilitas ekonomi nasional.
"Kami terus berkoordinasi secara intens untuk memonitor perkembangan dan melakukan langkah-langkah yang diperlukan," katanya.