|
PEKANBARUEXPRESS
|
![]() |
|||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||
JAKARTA - Keputusan pimpinan KPK dalam mencopot Brigjen Endar Priantoro dari Direktur Penyelidikan KPK menuai polemik. Pengurus Besar Mahasiswa Islam Indonesia (PB PMII) meminta Dewan Pengawas (Dewas) KPK mengevaluasi kepemimpinan Firli Bahuri sebagai Ketua KPK.
PB PMII hari ini juga menggelar aksi demonstrasi di depan gedung KPK. Mereka menilai langkah Firli dan pimpinan KPK lainnya dalam mencopot Endar keliru dan tidak sesuai dengan upaya pemberantasan korupsi di Indonesia.
"Situasi Indonesia pada indeks persepsi korupsi (CPI) semakin tenggelam di posisi sepertiga negara terkorup di dunia dan jauh di bawah rata-rata skor CPI di negara Asia-Pasifik. Hal tersebut seharusnya menjadi tanggungjawab KPK salah satunya untuk menciptakan terobosan kebijakan dalam pemberantasan korupsi di Indonesia, bukan malah memicu hal-hal kontroversial yang semakin merusak marwah KPK di mata publik," kata Ketua Umum PB PMII Muhammad Abdullah Syukri kepada wartawan, Kamis (6/4/2023).
Di desak Mundur, Raja Juli Dinilai Tak Punya Kompetensi Kehutanan
Pemkab Siak Pastikan 6.323 Mahasiswa Terima Bantuan Beasiswa Tahun 2025
Abe, sapaan akrab Abdullah, mengatakan tindakan sewenang-wenang Firli Bahuri bisa berdampak buruk pada kepercayaan publik kepada KPK. Dia menilai jika hal itu diteruskan akan berbahaya pada langkah penegakan kasus korupsi yang dilakukan KPK.
"Independensi KPK saat ini dipertanyakan. Isu gaduh belakangan justru semakin memperlihatkan bahwa KPK terlalu diseret ke ranah politik praktis atau bahkan menjadi tunggangan politik oknum. Hal ini tentu berbahaya bagi upaya pemberantasan korupsi di Indonesia," jelas Abe.