|
PEKANBARUEXPRESS
|
![]() |
|||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||
SETIAP orang tua memiliki harapan besar agar anak-anak mereka tumbuh menjadi individu yang baik, shalih, dan shalihah. Namun, dalam perjalanan mendidik, beberapa orang tua harus menghadapi ujian yang berat berupa kenakalan anak. Sebuah tantangan yang perlu dipahami dengan bijak dan dihadapi dengan tekad serta kebijaksanaan.
Dalam menghadapi situasi ini, kita seharusnya merujuk pada ajaran agama yang mengajarkan bahwa harta dan anak-anak adalah ujian dari Allah. Allah berfirman dalam QS. At-Thaghabun/64:15, "Sesungguhnya hartamu dan anak-anakmu hanyalah cobaan (bagimu), dan di sisi Allah-lah pahala yang besar." Ini mengingatkan kita bahwa apa pun yang kita miliki, termasuk anak-anak kita, adalah ujian yang perlu kita jalani dengan sabar dan keteguhan hati.
Introspeksi Diri dan Komunikasi yang Baik
Gencatan Senjata Dilanggar, Israel Kembali Tewaskan Jurnalis dan Anak-anak di Gaza
Jejak Pengabdian Hawk 109/209 di Riau Berlanjut ke Pontianak
Ketika menghadapi ujian ini, sangat penting bagi orang tua untuk merenungkan diri dan melihat apakah ada faktor-faktor dalam diri sendiri yang berkontribusi pada perilaku anak yang tidak diinginkan. Mungkin ada kesalahan dalam mendidik anak, kurangnya perhatian terhadap kebutuhan rohaniah anak, atau kurangnya komunikasi yang baik. Ujian ini mungkin merupakan panggilan dari Allah untuk kembali kepada-Nya dan meningkatkan kualitas hubungan kita dengan anak-anak.
Sebagai orang tua, kita seharusnya menghindari bersikap kasar dan otoriter terhadap anak. Justru dengan memberikan bimbingan keimanan dan memberikan contoh teladan yang baik, kita bisa membantu anak-anak memahami nilai-nilai yang benar dan cara hidup yang baik. Mengedepankan komunikasi yang baik juga menjadi kunci penting dalam menjaga hubungan dengan anak-anak kita. Jangan biarkan mereka mencari perhatian melalui kenakalan, tetapi hadirkan diri kita sebagai sosok yang mereka bisa andalkan dan curahkan perasaan mereka.