|
PEKANBARUEXPRESS
|
![]() |
|||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||
JAKARTA -- PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) Wilayah Kerja (WK) Rokan mengumumkan keberhasilannya dalam menyelesaikan audit surveillance sistem manajemen anti penyuapan (SMAP) pertamanya. Audit tersebut dilakukan oleh lembaga sertifikasi independen, Tuv Nord Indonesia.
Audit surveillance ini merupakan bagian dari komitmen PHR untuk mempertahankan sertifikasi ISO 37001:2016, standar internasional untuk Sistem Manajemen Anti Penyuapan. Audit ini bertujuan untuk memastikan bahwa sistem manajemen anti penyuapan di Pertamina Hulu Rokan tetap efektif dan sesuai dengan persyaratannya.
“Kami sangat senang dan bangga berhasil menyelesaikan audit surveillance ini. Hal ini menunjukkan komitmen kami untuk memerangi korupsi dan menciptakan budaya integritas di perusahaan kami," kata Manager Internal Control & Compliance PHR Yogi Anandaru Sunarko.
Rekam Jejak Hitam Kabinet Jokowi: Satu Per Satu Menteri Terjerat Perkara Korupsi
PT BSP Berkomitmen Konsisten Jaga Lingkungan dan Pemberdayaan Masyarakat
PHR WK Rokan telah menerapkan sistem manajemen anti penyuapan sejak tahun 2022. Sistem ini dirancang untuk mencegah, mendeteksi dan menanggapi penyuapan di seluruh operasi perusahaan. Sistem ini mencakup berbagai elemen, termasuk di antaranya, kebijakan anti penyuapan yang jelas dan tegas, prosedur dan proses yang dirancang untuk mencegah penyuapan, edukasi dan pelatihan anti penyuapan bagi karyawan, dan sistem whistleblowing yang aman dan efektif.
“Pencapaian yang membanggakan ini merupakan wujud komitmen kuat dalam penerapan nilai AKHLAK dari seluruh Fungsi dengan dukungan penuh dari Dewan Komisaris, Direktur Utama, Manajemen Puncak dan Pimpinan Fungsi. Kami akan terus berinvestasi dalam sistem ini untuk memastikan bahwa perusahaan kami tetap aman dari korupsi," kata Yogi.