|
PEKANBARUEXPRESS
|
![]() |
|||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||
Editor : Red
Jakarta – Upaya menjadikan Indonesia sebagai pemain utama industri halal dunia mulai menemukan bentuk nyata di daerah. Sumatera Barat tampil sebagai salah satu provinsi yang agresif memperkuat fondasi ekonomi berbasis syariah melalui perluasan sertifikasi halal bagi pelaku usaha mikro dan kecil.
Dengan jumlah penduduk Muslim terbesar di dunia, Indonesia menyimpan potensi besar untuk menguasai rantai pasok produk halal global. Namun potensi tersebut hanya dapat diwujudkan jika ditopang oleh ekosistem yang kuat di tingkat daerah, terutama melalui standardisasi produk dan peningkatan kepercayaan pasar.
Salah satu langkah konkret ditunjukkan Sumatera Barat melalui alokasi 32 ribu sertifikasi halal gratis pada 2026. Gubernur Sumbar Mahyeldi menyebut kuota dari Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) tersebut sebagai peluang strategis untuk mendorong UMK naik kelas. Pernyataan itu disampaikannya di Padang, Sabtu (17/1/2026).
Bupati Pelalawan Serahkan Sertfikat Program Redistribusi Tanah 2025
Harga Ayam Potong di Pekanbaru Naik Drastis Tembus Rp37 Ribu per Kg
Jumlah tersebut memang belum mampu menjangkau seluruh pelaku UMKM di Sumatera Barat yang tercatat lebih dari 590 ribu unit. Meski demikian, program ini dinilai cukup untuk memicu percepatan adopsi sertifikasi halal dan membangun kesadaran kolektif di kalangan pelaku usaha.
Target sertifikasi puluhan ribu usaha setiap tahun menjadi pijakan awal dalam membangun ekonomi syariah daerah yang berkelanjutan. Produk-produk unggulan Minangkabau, mulai dari kuliner, busana Muslim, hingga kriya lokal, diarahkan agar memiliki nilai tambah melalui jaminan halal yang diakui secara nasional dan internasional.