|
PEKANBARUEXPRESS
|
![]() |
|||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||
Penulis : Linda
PEKANBARU - Bagian Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau kembali menyelidiki dugaan korupsi dana hibah tahun 2011-2012 di Universitas Islam Riau (UIR). Penyelidik ingin mengusut keterlibatan oknum lain dalam perkara yang merugikan negara Rp1,5 miliar ini.
"Ini perkara lanjutan dari perkara yang pernah ditangani pada 2016 silam," ujar Kepala Seksi (Kasi) Penerangan Hukum dan Humas Kejati Riau, Muspidauan, Senin (17/6).
Sebelumnya, dalam perkara ini, Kejati telah menetapkan dua orang dosen sebagai tersangka, yakni Emrizal selaku Bendahara Penelitian Bersama yang juga dosen UIR dan Said Fhazli, Sekretaris Panitia yang juga menjabat Direktur CV GEE. Keduanya sudah diadili di Pengadilan Tipikor dan dinyatakan bersalah melakukan korupsi.
Jaksa Agung Tegaskan Komitmen Antikorupsi Saat Lantik 17 Kepala Kejati Baru
Kejati Kepri Geledah Kantor Jasa Kapal Batam, Ungkap Dugaan Korupsi Rp4,4 Miliar
Penyelidikan lanjutan sudah dilakukan sejak beberapa bulan lalu. Kejati dikabarkan telah meminta klarifikasi dari mantan Pembantu Rektor (PR) IV UIR, Abdullah Sulaiman, mantan Rektor UIR Detri Karya dan sejumlah pejabat di universitas itu.
Muspidauan tidak menampik kabar pemanggilan dalam rangka pengumpulan bahan dan keterangan (Pulbaket) yang dibutuhkan. "Pastinya, kami sudah memanggil pihak-pihak yang berkaitan dengan dana hibah 2011 dan 2012 itu," kata Muspidauan
Kalau dari hasil penyelidikan ditemukan tindak pidana, maka perkara akan ditingkatkan ke tahap penyidikan.
"Sekarang masih dalam tahap Pulbaket. Nanti kalau sudah penyidikan, baru dicari siapa saja tersangka," tutur Muspidauan.
Terpisah, Detri Karya yang dihubungi wartawan mengaku akan membantu proses penegakan hukum yang sedang dilaksanakan Kejati Riau. "Saya ikut saja prosedur yang ada, jika diminta keterangan saya akan sampaikan," sebut Detri.
Detri mengaku hingga saat ini ia belum ada dihubungi oleh Kejati untuk memberikan keterangan. "Saat ini saya belum bisa berkomentar banyak, saya belum ada diperiksa kembali," ucapnya.