|
PEKANBARUEXPRESS
|
![]() |
|||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||
PEKANBARU-- PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) bersama mitra binaan UB Bank Minyak Jelantah (Bank Jatah) terus meningkatkan sosialisasi pengelolaan minyak jelantah atau minyak goreng bekas bagi masyarakat Pekanbaru dan sekitarnya. Tidak hanya menyasar masyarakat dan kaum ibu rumah tangga, edukasi pengelolaan minyak jelantah turut menyasar murid sekolah dasar.
Program ini merupakan salah satu upaya PHR untuk mendongkrak perekonomian masyarakat yang berbasis peduli lingkungan. Edukasi bagi murid sekolah dasar dinilai perlu untuk meningkatkan kesadaran siswa pentingnya menjaga lingkungan sejak dini terutama dari ancaman bahaya minyak jelantah.
Lewat kegiatan ini, UB Bank Jatah Kelurahan Agrowisata, Kecamatan Rumbai Barat, mengajak para murid sekolah dasar di SDN 162 Pekanbaru mengumpulkan minyak jelantah sisa pemakaian rumah tangga. Minyak jelantah yang sudah dikumpulkan akan dibeli oleh Bank Jatah dengan harga tertentu.
Minyak jelantah ditimbang lalu dikumpulkan di UB Bank Jatah Kelurahan Agrowisata, di Jalan Sri Amanah. Tim Bank Jatah terdiri dari Rahima, Opirianti, Tati Resti dan Erni siap menerima berapapun minyak jelantah yang disetorkan nasabah.
“Kami siap memfasilitasi dan melayani nasabah dalam kegiatan minyak jelantah. Kita menerima minyak jelantah para murid walaupun 100 gram,” kata Direktur Bank Jatah Mohammad Adriyo Habibi, Selasa (16/5).
Program Bank Jatah disambut antusias murid sekolah dasar. Dalam sosialisasinya, UB Bank Jatah Agrowisata memaparkan tentang bahaya minyak jelantah yang tidak terkelola.
Minyak jelantah yang dibuang sembarangan memberikan risiko meningkatkan kadar Chemical Oxygen Demand (COD) dan Biological Oxygen Demand (BOD) di perairan.
Sementara minyak jelantah yang dibuang ke tanah menyebabkan tersumbatnya saluran air sehingga akan menghambat proses resapan air ke dalam tanah. Efek jangka panjangnya akan menyebabkan genangan. Terlebih minyak jelantah diketahui mengandung bakteri Clostridium Botulinium dan dapat menimbulkan penyakit.
“Minyak jelantah dikonsumsi tidak baik bagi kesehatan, dibuang merusak lingkungan, untuk itu mari kita jadikan uang dengan cara ditabung,” imbaunya.
Dalam program ini, murid sekolah dasar mengumpulkan minyak jelantah dua minggu atau empat minggu sekali, tergantung ketersediaan minyak jelantah di rumah masing-masing.