|
PEKANBARUEXPRESS
|
![]() |
|||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||
PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) berkomitmen dalam mendukung terciptanya kondisi bumi yang lebih baik dengan menurunkan emisi gas rumah kaca di Indonesia. Beberapa aksi nyata telah dilakukan PHR di tengah perannya sebagai penopang energi nasional. Apa saja aksi nyata tersebut?
Corporate Secretary PHR Rudi Ariffianto mengatakan, industri minyak dan gas (migas) menghadapi tantangan terjadinya peningkatan emisi secara gradual yang perlu dimitigasi di tengah pemenuhan target migas nasional. Meski demikian, berbagai upaya telah dilakukan PHR dalam upaya mendukung terciptanya lingkungan yang lebih baik dan dalam upaya mencapai Zero Routine Flaring (penurunan gas suar bakar) di tahun 2030.
“PHR memiliki komitmen yang tertuang di dalam HES Policy untuk menerapkan Environmental, Social and Governance (ESG) khususnya indikator yang terkait dengan penurunan emisi karbon,” kata Rudi, Jumat (19/5/2023).
“Raja OTT” Harun Al Rasyid Siap Menjebak Mafia Haji di Meja Transaksi
Eropa Waspada, Pernyataan AS soal Greenland Picu Reaksi Sekutu
PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) bersama mitra pelaksana Yayasan Rumah Energi (YRE) mendukung Program Desa Energi Berdikari di Desa Mukti Sari, Kecamatan Tapung, Kampar. Sebanyak 9 reaktor biogas telah dibangun untuk kemandirian energi masyarakat.
Dalam upaya penurunan emisi gas rumah kaca di Indonesia, berbagai upaya dilakukan PHR. Di antaranya dengan memanfaatkan associated gas untuk kebutuhan gas kompresor dan gas turbin sehingga dapat mengurangi volume flaring (bakar suar). Untuk diketahui, potensi pemanfaatan total flaring saat ini maksimum sebanyak 200.000 ton CO2 dengan volume sekitar 5 mscfd (juta standar kaki kubik per hari).